Saturday, September 17, 2011

CSR: KALAU BUKAN KITA, SIAPA LAGI?

Pentingnya CSR Dalam Kehidupan Masyarakat
Dewasa ini, istilah Corporate Social Responsibility (CSR) sudah tidak asing lagi bagi kita, terutama bagi perusahaan-perusahaan besar. Pada dasarnya CSR merupakan bentuk kontribusi perusahaan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat disekitarnya, baik itu secara sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat.

Secara harfiah CSR diartikan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan, sedangkan World Bank, CSR adalah komitmen dari bisnis untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehingga berdampak baik bagi bisnis sekaligus baik bagi kehidupan sosial.

Sementara menurut Sanket, Clement K, 2002, CSR adalah komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, masyarakat lokal dan masyarakat secara lebih luas. Dengan kata lain tanggung jawab perusahaan secara sosial adalah komitmen bisnis untuk kontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan (The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), in Fox, et al (2002)).


Mengapa CSR itu penting?
Keberadaan suatu industri seringkali diikuti dengan timbulnya keresahan masyarakat sekitar akan munculnya dampak negatif terhadap lingkungan sekitar maupun kehidupan sosial masyarakat, yang ditimbulkan oleh kegiatan produksi perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika keberadaan dampak tidak diatasi dengan baik, dikhawatirkan dapat memberikan citra buruk bagi perusahaan tersebut. Sementara dilain pihak, meskipun tujuan utama dari setiap perusahaan adalah maksimalisasi keuntungan (profit), namun sudah selayaknya bagi setiap perusahaan untuk memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Citra perusahaan yang buruk, sering dimunculkan di media masa ataupun hanya di kalangan masyarakat sekitar lokasi kegiatan. Jika terus dibiarkan, hal ini jelas sangat merugikan dan tidak mendukung kelancaran kegiatan produksi dan bersifat kontra-produktif terhadap upaya peningkatan produktivitas dan keuntungan. Kini semakin diakui bahwa perusahaan, sebagai pelaku bisnis, tidak akan bisa terus berkembang, apabila perusahaan tersebut menutup mata atau tak mau tahu dengan situasi dan kondisi lingkungan sosial sekitarnya. Hingga pada akhirnya adanya saling ketergantungan antara pihak perusahaan dengan masyarakat. Untuk itulah diperlukan suatu solusi yang dapat menjawab permasalahan diatas, salah satunya adalah dengan melaksanakan CSR. Pentingnya CSR untuk menjawab semua permasalahan sebagai tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan sekitar, antara lain :
  1. Apakah perusahaan mengetahui kekhawatiran-kekhawatiran masyarakat?
  2. Apakah perusahaan mengetahui dampak-dampak yang kepada masyarakat? Bagaimana masyarakat menyampaikan kepada perusahaan atas dampak-dampak pada lingkungan hidup dan sosial?
  3. Apakah perusahaan sudah mengakomodasi permintaan masyarakat? Apakah perusahaan melibatkan masyarakat dalam kegiatan produksi masyarakat.
Tujuan dari CSR adalah untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang harmonis dengan lingkungan di sekitar lokasi kegiatan produksi serta bekerjasama dengan stakeholders untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar, memiliki komitmen untuk melaksanakan tanggung jawab perusahaan di bidang sosial serta lingkungan sesuai dengan prinsip pengembangan lingkungan yang berkelanjutan baik secara ekonomi, sosial maupun lingkungan.

Pemerintah dalam hal ini juga mempunyai peranan penting dalam mengatur dan mengontrol kegiatan produksi perusahaan, selain mendapatkan pajak dari perusahaan tersebut. Perusahaan berperan dalam melakukan kegiatan produksi, pengoptimalisasian dan peduli terhadap lingkungan. Sedangkan masyarakat berperan dalam pemberdayaan dan pengembangan masyarakat.

Apa yang dilakukan dalam kegiatan CSR?
Kebijakan-kebijakan perusahaan mengenai kegiatan CSR dapat berbeda-beda tergantung dari kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi tersebut. Alangkah lebih baik apabila sebelum melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan melakukan survei terlebih dahulu untuk memperoleh aspirasi dari masyarakat sekitar, sehingga perusahaan dapat melaksanakan kegiatan CSR yang tepat guna dan tepat sasaran.

Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, ada berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh perusahaan dengan memberdayakan masyarakat, antara lain :
  1. Pengembangan Ekonomi yaitu pengembangan dan peningkatan sektor ekonomi masyarakat, baik itu kegiatan di bidang pertanian, peternakan, koperasi dan usaha kecil menengah.
  2. Kesehatan dan Gizi Masyarakat, kegiatan yang dapat dilakukan antara lain penyuluhan, pengobatan, pemberian gizi bagi balita, program sanitasi masyarakat.
  3. Pengelolaan Lingkungan, kegiatan yang dapat dilakukan antara lain penanganan limbah, pengelolaan sampah rumah tangga, reklamasi, dang penanganan dampak lingkungan lainnya.
  4. Pendidikan, Keterampilan dan Pelatihan, kegiatan itu dapat berupa pemberian beasiswa bagi siswa yang berprestasi maupun siswa yang tidak mampu, magang, studi banding, peningkatan keterampilan, pelatihan-pelatihan dan pemberian sarana pendidikan.
  5. Sosial, Budaya, Agama dan Infrastruktur, kegiatan-kegiatan di bidang ini dapat berupa kegiatan sosial, budaya dan keagamaan, serta perbaikan infrastruktur yang ada di wilayah masyarakat setempat.
Semua kegiatan-kegiatan diatas tentu saja haruslah kegiatan yang dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Dilain pihak, perusahaan harus tetap menjalin keberlangsungan hubungan baik dan sinergis antara perusahaan-masyarakat-pemerintah. Begitu pula masyarakat harus tetap memberikan kontrol terhadap perusahaan dalam mengelola perusahaannya, jangan sampai terlena sehingga pada akhirnya keberadaan perusahaan tersebut akan memberikan dampak negatif bagi sosial, ekonomi maupun lingkungan masyarakat. Pemerintah sebagai pengawas harus dapat menjadi pengatur dalam kehidupan masyarakat dan perusahaan. Jadi kalau bukan kita, siapa lagi?

I am a Public Relations (PR)


PR atau Public Relations atau (lagi) dalam bahasa Indonesianya adalah Humas.

Yap… profesi yang satu ini sedang booming di Indonesia sejalan dengan semakin diminatinya jurusan atau fakultas Ilmu Komunikasi. Sayangnya hal ini tidak disertai dengan pemahaman yang baik tentang apa itu PR, fungsi, peran, job desc, dan kualifikasi apa saja yang harus dimiliki oleh seorang praktisi PR.

Minat pada dunia jurnalistik dan keinginan yang kuat untuk mengembangkan kemampuan komunikasi-lah yang membuat aku hanya mau kuliah mengambil jurusan Ilmu Komunikasi atau Hubungan Internasional. Ketertarikan pada dunia jurnalistik dan komunikasi, ehmmm.. ga’ tau juga berasal dari mana? Seingatku, aku sudah mulai aktif dalam kegiatan jurnalistik sejak SMA kelas 1 dan berhenti tepat 6 bulan sebelum UN. Anak Majalah dinding (MADING) hehe 

Yah…itulah yang membuat aku tertarik untuk mendalami Ilmu Komunikasi. Lagipula males banget pikirku waktu itu yang herannya sampai sekarang juga, kok kuliah susah dan mahal ambil jurusan yang banyak saingannya kayak dokter, manajemen, akuntansi, marketing, pokoknya yang berbau ekonomi gitu deh. Males banget ama teori dan matematika. Dan beruntungnya saya dapet statistik di LSPR :'( (beruntung apa naas yaa)

Ternyata, begitu masuk kuliah dong!!!!
PR itu menyenangkan loh, penuh tantangan dan walaupun saat ini sudah mulai banyak orang yang tertarik pada bidang ini, namun SDM yang berkualitas dan merupakan SDM dengan basic ilmu Komunikasi atau PR masih sangat jarang. Padahal peluang karir bidang PR untuk di Indonesia, menurutku baru menapak beberapa langkah.

Setahun belakangan ini, aku banyak mendapatkan informasi baik dari buku, majalah, berita, maupun jurnal yang menghubungkan antara dunia PR dan marketing. Malah menurut Philip Kotler, PR itu jadi salah bagian dalam Marketing Mix. Tetapi PR dan Marketing ga bisa disamakan, tergantung dari sudut pandang kita mendefinisikan kedua ilmu tersebut.

Lalu, aku baru sadar setelah baca artikel tentang Bapak Pudjobroto (Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia Airlines) bahwa kebanyakan tokoh yang dikenal oleh mahasiswa Komunikasi/PR adalah Phillip Kotler. Sekedar info aja hehe.

Mencari buku mengenai PR memang agak sulit ditemuin. Hal ini tidak lain dan bukan karena boomingnya profesi ini dan menjamurnya jurusan yang dibuka tidak disertai juga dengan pengertian yang benar tentang PR. Kenapa kurang? karena praktisi PR yang benar-benar menguasai PR juga masih sangat sedikit, sehingga buku-buku atau jurnal-jurnal penunjang pun menjadi sangat minim.

Hal ini bisa sangat berbahaya bagi mahasiswa PR sendiri. Iya kalau mahasiswa itu aktif untuk mencari informasi, nah kalau modelnya mahasiswa itu sama seperti wakil rakyat yang kerjanya duduk, dengar, dan diam ini lalu bagaimana?

Sebenarnya tidak hanya bagi mahasiswa itu sendiri, namun juga bagi orang-orang yang berkecimpung dalam dunia PR, entah itu dosen atau PR profesional sendiri. PR itu kan ilmu sosial, ga sama seperti ilmu-ilmu alam yang udah ada rulesnya yang pasti. Namanya ilmu sosial pasti akan selalu berkembang setiap saat dan orang-orang PR ini harus juga bisa mengikuti perkembangan ini. Misalnya nih ya, kalau dosennya tidak mendapatkan informasi yang cukup dan jarang meng-update-nya, brarti kalau ada apa-apa berarti yang ikut kena getahnya ya mahasiswanya donk, contoh lain kalau itu kejadian menimpa PR profesional berarti yang menanggung getahnya ya klien atau perusahaan tempatnya bekerja. Tapi LSPR beda dong, STIKOM ini banyak menyediakan buku mengenai PR dan Komunikasi itu sendiri di Perpus dan banyak dosen juga yang memang seorang penulis. Keren kan haha

Di Indonesia ini, PR sering dijadikan departemen tambahan atau sampingan. Kalau ga ada PR-nya g keren, g mengikuti perkembangan, dst. Padahal g!!! PR itu profesi yang sangat krusial dan penting (semuanya penting juga kok). PR ga hanya sekedar tukang omong, cuap sana-cuap sini, bikin news release, ngurusi event, menjalin hubungan dengan media (media relations), banyak hal yang menjadi bidang PR karena yang diurusi PR itu kan ya manajemen komunikasi 2 arah antara perusahaan itu sendiri dengan publiknya. Publik itu ada dua, publik internal (karyawan, manajemen,pemilik saham,keluarga karyawan,dst) dan eksternal (pemerintah, media massa, komunitas-komunitas,dst). Karena itu, di banyak literatur PR dikatakan bahwa posisi PR itu penting untuk mempunyai hubungan langsung dengan CEO-nya.

Bicara lagi soal PR di Indonesia…hiks sedih aku soalnya udah kadung cinta banget sama profesi ini….
Banyak sekali organisasi/ perusahaan yang belum memandang pentingnya profesi di organisasi/perusahaan mereka. Padahal sebenarnya posisi PR itu tidak ada itu g masalah, yang penting adalah bagaimana bagian-bagian dalam fungsi PR itu ada dalam organisasi/perusahaan itu. Contohnya nih website perusahaan. Buanyak banget website yang jarang di-update, padahal dengan adanya website kan perusahaan/organisasi bisa dikenal dan menjadi lebih dekat dengan stakeholdernya. Mereka bisa memberikan informasi umum tentang organisasi/perusahaan selengkap-lengkapnya, sehingga eksistensi mereka bisa lebih terjaga. Tapi, ada lagi yang lebih parah. Jangankan di-update, punya aja kagak!!!!! ini kan era PR 2.0 bapak-bapak ibu-ibu. Harus melek teknologi dong. Curhat generasi muda haha

Kemudian kebanyakan yang tidak punya adalah (sayangnya) instansi pemerintahan, contohnya nih ya KONI, PERBASI, PSSI, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kemudian bagaimana masyarakat dapat mengenal kalau untuk mendapatkan informasi saja susahnya kayak mau nemui bapak presiden (btw pemerintahan/pak SBY punya g ya?).

Itu masih dari sisi website, belum menyentuh sisi PR yang lainnya. Namanya PR pasti kan memberikan informasi, kalau sumber informasinya saja tidak ada mau mengetahui yang lainnya lagi dari mana?? Ya tentu dong kalau gitu eksistensi organisasi/perusahaan tersebut jadi turun-turun kayak prestasi Indonesia di mata dunia.

Memang tidak semuanya jelek, namun kalau Garuda saja masih bisa kena masalah gara-gara dicekal g boleh terbang di Eropa (btw, menghubungi PR Garuda gimana ya??) apalagi yang lainnya??

Memang memiliki PR tidak akan menjadi jaminan bahwa eksistensi perusahaan/organisasi tersebut akan 1000% membaik di mata stakeholdernya, namun minimal bidang-bidang kerja PR tersebut dilaksanakan dalam manajemen organisasi/perusahaan tersebut. Nah kalau pihak profesional sudah siap, maka calon-calon SDM baru dunia komunikasi bisa memberikan kontribusi mereka dengan maksimal.

PR bicara tentang image/citra, dan bicara tentang image tentu akan bicara tentang stakeholdernya. Gimana mau dapat citra seperti yang dikehendaki oleh perusahaan/organisasi, kalau tidak melakukan strategi dan kampanye PR yang seharusnya dilakukan.

Harapannya sih dunia PR di Indonesia ini berkembang menuju arah yang benar deh… Soalnya kan sayang banyak SDM yang berkualitas namun tidak dapat memberikan tenaga mereka di tempat yang tepat. Dan sebaiknya konsep tentang PR itu benar-benar dimengerti oleh Indonesia deh, soalnya berabe juga kalau yang tau hanya segelintir orang, sama aja ngomong sama tembok kalau persepsi dan pengertiannya berbeda. Soalnya PR bukan soal OMONG DOANK!!! Nemenin orang karaoke-an!!! BUKAN itu yaaa

Cukup sekian dan terima kasih udah menyempatkan waktu buat kunjungin blog ini dan baca postingan ini. 

Baltic Amber Sterling Silver Ring Collection


Mosaic cigar band MT03 $120.00 
Mosaic rectangular ring MT04 $140.00
Mosaic small square MT $ 82.00
Butterscotch ring E09 $125.00
Medieval Cracow style ring H10 $135.00

Freestyle green amber ring H11 $138.00
Freestyle ring H12 $140.00



Friday, September 16, 2011

Rose Cordero


Height 5.10


Bust 31.5

Waist 23

Hips 33

Eyes :Hazel 

Hair: black 

At only 16 year old , Rose Cordero is the new face rocking Haute Couture Runways and magazines .She walked for Burberry , MaxMara, Francesco Scognamiglio, Jason Wu , Cynthia Rowley, Rodarte, Marc Jacobs, Zac Posen, Diane Von Furstenberg, and Louis Vuitton shows in New York and Paris. In june 2009, Rose appeared in editorials for Teen Vogue and W and was featured few months later in the Italian Vogue editorial .

The “Black Rose” - as she is called to differentiate her from another model with the same name from her mother agency- was born in 1992 in  the Dominican Republic daughter of a maid mother and sanitation technician father. Rose Cordero signed with Wilhelmina at age 15 in 2008 then left the agency earlier this year for Supreme Management in New York and Women Management in Milan.

How did this Teen whose dream was becoming a Volley-ball star end up into fashion’s highest sphere? 

It all begun with her discovery in the Dominican Republic in 2008 ; let Rose tell us about this event that changed her life : "I was playing Volleyball at the Olympic Center this one time when this man came out of his car and approached me, I got so scared that I ran away thinking that he was a robber or a crazy man. He insisted that he wanted to talk to me because I had potential to become a model and I told him that I wasn’t interested. He insisted in giving me his business card and told me to tell my family to call him because I was only 13 years old at the time."

This man Rose is talking about is Sandro Guzman founder of Ossygeno Model Management and the scout with the most Dominican models signed in the International market. She didn’t decide to call him until a year later when her aunt saw him on a television show and asked her if this was the guy that once asked her if she wanted to be a model.
Despite Rose was so excited about all that modeling stuff coming all of a sudden , she was just a 15 year old and it was definitely not funny at all saying goodbye to her family and just starting living by herself :"It was very hard; I didn’t want to leave them – her family- but I told myself “ this could be a great future for my family and I, if god wants it to be”. I had second thoughts about modeling, but look how I was discovered I think god had this saved for me. When I got to New York it was very very cold, once we stepped out of the airport I told Sandro “ you better take me home” two days after I had a photoshoot with Teen Vogue and I loved it and made me totally forget about the cold."


Rose debuted her first runway show at the fall Burberry show in Milan : " I was very nervous, sweating and I told myself “ oh my god! What am I doing here? My booker was trying to calm me down; once it was time for me to come out into the runway I told myself “look Rose this is your family’s future, and if all these girls can do it so can you”.

Rose In Catwalk
Few seconds later, Rose did it , and brilliantly , confirming Sandro Guzman ‘s intuition . Despite her growing success and undisputable talent , Rose is still quite surprised by the fascination she raises : "Its like !wow! this people see something in me that people didn’t see around my neighborhood. I was teased a lot for being very skinny, they called me skeleton or flamingo all kinds of things. My self-esteem was very low and now this people appraise me for my looks."



Shes only 16 and Waw , she looks SO  MATURE and shes got these strong  features that cant go unnoticed : just look at these franck forehead  , killer eyes , delicate lips , ... cute hair -wanna squeeze it !- shes F-I-E-R-C-E ! Also Something I noticed about Rose is how great she looks on polaroids , its amazing ! Polas dont lie cause theres very few make up , accessories and all dat stuff , so I just cant figure how the girl manages to rock em that way  - Im gonna publish  few mome later -  Rose is definitely gonna be HUGE !
Sources : TFS I www.style.com I nymag.com I www.models.com I theimagist.com I EstiloMag Shameer Khan I e cold."

Yeah Someday, I Will Be Somebody!!

Janganlah pernah merasa takut untuk bermimpi, karena semua awal kesuksesan di masa depan berawal dari sebuah mimpi. If u can dream it, believe it that u can do it too. Seperti tagline yang sering didengungkan artis terkenal Agnes Monica; "Dream, Believe and Make it Happen!"

hey listen if your not gonna be nice to people dont say anything at all. And u have probly never been bullied so you dnt really understand and if u have been bullied how would you like it if someone said something like that to you.

Seperti pepatah, "Anjing menggonggong, Kafilah tetap berlalu", ga semua orang mengerti akan kita dan ga selamanya didunia diduduki oleh orang yang baik, jadi kita bukan fokus terhadap orang lain dan apa yg mereka omongkan tapi kita harus tetap fokus kepada diri sendiri untuk memiliki suatu prinsip (pegangan kita, bik itu agama, personal principle, orang tua,dll) dimana membuat kita tetap kuat dalam menghadapi apapun yang menghalangi dalam mencapai apa yang kita impikan selama ini.

So, Don't Be Afraid to Big Dreams in You Life!!

Tylor Swift - Mean

Saturday, September 10, 2011

Miss Indonesia For Miss Universe 2011: One & Only "Nadine Alexandra Dewi Ames"

Personal Details:
Name: Nadine Alexandra Dewi Ames

Age: 19 years old (born on May 23, 1991)

Height: 1.70 m. (5 ft. 7 in.)

Place of Origin: Jakarta

Title(s): Puteri Indonesia 2010

Major Competition(s): Puteri Indonesia 2010 (Winner), Miss Universe 2011

Hair color: Black

Eye color: Brown

Interesting Info about Nadine: Indonesian soap-opera actress, fluent in Bahasa, English and French
Background:
After winning the Puteri Indonesia held in Jakarta last October 8, 2010, Nadine is the official representative of the country in the forthcoming Miss Universe 2011. She came from England and her texture is a mix of Asian and English. If her face seems to be familiar to you, it is because she appeared in the Indonesian soap opera called Inikah Cinta for which she has bore a role. Nadine is a student of Bath Spa University wherein she took up films and screen studies. She is also well verse in English and French. The contestants are in Sao Paulo for the 2011 Miss Universe pageant which will be held on September 12. It's at the first time, we have miss Indonesia with exotic face, great body, smart, and fluent in English. Perfect Package for a pageant competition!! We should be proud of her and fully support than contra with bikini bla bla bla.
Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra poses for a photo next to a car as she visits an auto race at GT Brasil raceway in Sao Paulo August 28, 2011.
Miss Indonesia Nadine Alexandra poses with children at the Alianca Misericordia non-profit Catholic organisation in the outskirts of Sao Paulo September 1, 2011
Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra (L), Miss Universe Malaysia 2011 Deborah Henry (C) and Miss Universe Japan 2011 Maria Kamiyama pose for a photo while they enjoy country dancing at Villa Country in Sao Paulo, September 1, 2011. 
Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra strikes a pose during a fashion show at The Week night club in Sao Paulo September 3, 2011. 
Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra introduces herself during a presentation show at the Credicard Hall in Sao Paulo September 8, 2011. 
Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra's performance " The Beauty of Wayang Golek" in National Costume presentation show at the Credicard Hall in Sao Paulo September 8, 2011. 
 Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra competes in the evening gown presentation show at the Credicard Hall in Sao Paulo September 8, 2011. 
 
Miss Universe Indonesia 2011 Nadine Alexandra wears a swimsuit during a presentation show at the Credicard Hall in Sao Paulo September 8, 2011.

Nadine Alexandra at São Paulo's Jockey Club


Miss Universe 2011 - Nadine Alexandra Interview



Nadine Alexandra at OPI Campaign



Nadine Ames National Costume for MU 2011 

"The Beauty of Wayang Golek"




Vote Miss Indonesia - Nadine Alexandria for Miss Universe 2011 at:
click this!
but you must log in before.


WIN OR NOT, U'RE STILL THE BEST FOR ME AND FOR US NADINE!!!